Warna Langit

Juni Safitri

The ‘L’

on June 29, 2012

#Dengan iringan musik: Kahitna, “sampai nanti”.

Banyak orang berpendapat lagu yang sedang ku putar ini, saat menulis ini, adalah lagu cinta sepanjang masa. sudah berkali-kali ku dengarkan lagu itu malam ini sambil berpikir tentang sesuatu yang menjadi dasar akan banyak hal. Sesuatu itu,yang bagi ku sampai saat ini belum bisa ku mengerti, bersifat invisible tetapi rupanya mempengaruhi banyak hal. banyak sekali.

Banyak novel atau karya tulis lainnya lahir berdasarkan kisah-kisah yang mengandung unsur ini. Banyak juga lagu-lagu menyentuh hati yang menggambarkan unsur ini. Banyak hal positif muncul karena unsur ini, namun banyak juga hal negatif yang ternyata disebabkan oleh unsur ini. Jadi seberapa besar unsur ini berpengaruh?

Seseorang bisa tiba-tiba menjadi sangat senang dengan hidupnya, berseri-seri ketika bercermin di pagi hari, dan tersenyum penuh harap sepanjang hari, karena dia berpikir dia sedang merasakan unsur ini.

Seseorang bisa menjadi amat royal, melakukan apapun untuk berusaha memikat unsur ini tinggal didalam hidupnya selamanya.

Seseorang bisa menjadi sangat produktif, menciptakan lagu-lagu enak ditelinga, menulis puisi dengan nada yang indah, melahirkan cerita tertulis yang akan mengemparkan dunia, hanya karena ingin mengekspresikan unsur ini.

Seseorang bisa menjadi sangat bodoh, melakukan apapun yang tidak masuk akal, bahkan memilih untuk tidak berteman lagi dengan hidup hanya karena kehilangan unsur ini.

Seseorang bisa menjadi pribadi yang memiliki phobia karena punya pengalaman buruk dengan unsur ini.

Seseorang bisa berserah diri sepenuhnya, tidak lagi peduli dengan hal-hal duniawi, karena unsur ini telah memperkuat keyakinannya akan Tuhan.

Seseorang bisa menjadi sangat putus asa mencari-cari unsur ini, melakukan segala cara agar bisa merasakan unsur ini dalam hatinya yang kering.

Seseorang bisa menjadi malaikat, karena atas dasar unsur ini, dia mengulurkan tangannya untuk melihat senyum anak-anak terlantar di panti asuhan.

Seseorang bisa saja membayar malaikat pencabut nyawa untuk mengakhiri hidup orang lain karena merasa telah dihianati oleh unsur ini.

Seorang manusia bisa menjadi apapun yang dia mau ketika unsur ini singgah didalam hidupnya yang singkat.

Bagi ku, seorang manusia yang telah hidup namun belum mencapai setengah abad ini, unsur invisible itu memang ada. Dia eksis. Meskipun tidak semua versi telah kurasakan, unsur itu pernah membuatku tertawa, tersenyum, menangis, sedih, cemas, ingin tahu, menjadi kreatif, menjadi malaikat, membuat ku bodoh, dan tentu saja pernah membuat ku gila.

Tapi,

Apakah semua hal yang pernah aku lakukan ini dipengaruhi oleh unsur itu? dan apakah semua hal yang aku rasakan pun dipengaruhi oleh unsur itu?

Ketika aku senang menghabiskan waktu dengan seseorang, ketika aku merasa bahagia melihat senyum kecil anak-anak yang belajar denganku, ketika aku mendengarkan lagu-lagu yang menyentuh hati, ketika aku tersenyum didepan cermin di pagi hari, ketika aku merasa nyaman memeluk seseorang, ketika aku sedih merindukan seseorang, ketika aku ingin berserah diri atas hal-hal duniawi, ketika aku merasakan bibirku mengecap bibir manis seseorang, ketika aku melakukan hal paling indah didunia bersama seseorang, ketika aku menikmati perjalanan pendekku didalam taxi penuh dengan ingatan segar tentang seseorang, ketika aku sangat girang bisa menyentuh anjing, bahkan ketika aku menulis ini.

Apakah semua itu dipengaruhi oleh unsur itu?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: