Warna Langit

Juni Safitri

Pagi ini. . . aku bebas sesaat

on August 18, 2012

“Traktaktaktak Duarrr… Duaaarrrr….traktaktak ” (hi hi, mencoba menggambarkan gimana bunyi mercon lewat kata-kata) terlihat semburat berbagai macam warna bermunculan di langit yang gelap malam ini disertai dengan suara kenceng ledakan mercon dari kejauhan. halah! kenapa aku gunakan istilah mercon untuk menyebutkan kembang api, he he.. ndeso banget rasanya.. ahh! tapi bodo amat!. Aku dan saudara perempuan ku sedang konsentrasi pada makanan kami masing-masing, sekotak nasi dan ayam crispy lengkap dengan saos sambal dan saos tomat. Kami saling berpandang-pandangan penuh arti sedetik setelah membuka isi kotak makanan itu. Radar persaudaraan kami sepertinya sedang terhubung dan kami diam-diam sedang bertelepati membicarakan isi makanan kotakan itu.Jika di realisasikan dalam kata-kata yang dapat dimengerti orang awam kira-kira mungkin seperti ini pembicaraan kami.

Ayam nya gede ya Sa..pasti kekenyangan ntar pulang nih” Kata ku memulai pembicaraan penuh arti itu, tentu saja saudara perempuanku yang terlahir sejenis dengan ku mengangguk penuh pemahaman bahwa kakak nya ini sedang menggunakan majas hiperbola untuk mengekspresikan apa yang ada didalam kotak itu. “Ntar pulang mampir beli kebab ya?” Aku meneruskan.

Sip mbak, ini mah cuma selilit ye..” Kata nya sambil menggerakkan manik matanya dari sepotong ayam didalam kotak ke wajahku berganti-gantian.

Aku pun mengangguk-anggukkan kepala ku dengan mantap. dan berakhir sudahlah percakapan singkat kami melalui telepati. singkat, jelas, dan padat. he he..

Kami sedang menghadiri tasyakuran rumah baru saudara sepupu kami, sekalian syukuran, sekalian buka puasa bersama,sekalian beramal dengan anak-anak yatim dari panti asuhan. Keluarga kami hm.. aku baru tahu belakangan ini, ternyata menjadi donatur tetap pada sebuah panti asuhan yang terletak disebuah desa kecil bernama rembang di kota kecil kami, Bangil. Banyak hal yang di sumbangkan, bukan cuma uang, tapi juga buku-buku, dan baju-baju bekas, bahkan alat-alat tulis dan sejenisnya.

Mereka datang sore ini dengan menggunakan mobil bak terbuka. Aku tidak tahu pasti berapa jumlah anak-anak yang di undang,tapi sebelum mereka pulang kembali ke panti asuhan, terlihat mereka berdesak-desakan di atas mobil bak terbuka itu berseru lantang menyebutkan gema takbiran sambil memasang wajah berseri-seri karena setiap anak, dari yang terkecil hingga yang sudah mulai beranjak ABG, telah mendapatkan bingkisan hadiah. Happy Ied Mubarak. Ucapku dalam hati ketika mereka sudah tak terlihat lagi.

Saudara perempuanku,Rosa, sedang terkikik-kikik seru menceritakan tempat kos baru nya di Malang, dan mendaulatku untuk datang ke kota itu, jalan-jalan, dan menghabiskan waktu dengan nya di akhir minggu. Kami sedang mengantri untuk membeli kebab, dan segera cabut begitu kebab sudah sampai ditangan, ingin segera sampai dirumah dan melahap habis makanan itu selagi masih hangat. Berada dirumah dimana aku tumbuh tentu terasa hangat dan menyenangkan, namun satuhal yang tak pernah ku dapatkan dirumah ini adalah kebebasan. Semuanya di atur oleh mami. seharian dia mengingatkan untuk sholat, mandi, meletakkan pakaian kotor yang kubawa, pakai sandal kalau didalam rumah, sandal crocs baru ku ga boleh di letakkan sembarangan saja di luar, kunci motor harus ada ditempatnya, jangan pakai kaos ketat, dan banyak lagi..

Bagiku, mami memang cerewet minta ampun, tapi mungkin suatu hari aku juga akan jadi seperti itu. mengatur ini itu. Aku nurut-nurut saja atas semua aturan mami ku selama aku disini, aku lakukan semuanya tanpa membantah. Tapi, ketika aku sudah berada diluar rumah ini, diluar kekuasaan nya, aku berusaha keras menemukan hal yang entahlah, kucari-cari, tapi tidak tahu juga apa yang kucari. Keyakinan ku akan Tuhan, agama, prinsip hidup, cinta, teman, sahabat, cara menjadi orang yang menurut orang lain baik, menjadi diriku sendiri.

Aku jadi ingat hal-hal geje yang kulakukan pagi ini sebelum meninggalkan Surabaya.

Aku terbangun pagi sekali, pagi buta,bahkan matahari masih belum bangun, oleh suara alarm hape ku yang sengaja ku set jam 4 dini hari. Antara sadar dan tak sadar, mata masih sepet sepertinya seseorang telah dengan sengaja ngelem mata ini pake lem tikus, aku memutuskan tidur lagi 10menit, dan alarm hape ku pasti akan bunyi lagi.

Benar saja, 10 menit kemudian alarm hape ku bunyi lagi. 10 menit berasa cuma satu detik saja. otak ku mengomando badan ku agar segera baranjak dari tempat tidur kecilku yang nyaman. kaki-kaki lunglai ku membawa ku berjalan berlahan merepet dinding menuju kamar mandi, he he merepet dinding! kayak tikus aja jalannya merepet dinding! Aku membasuh wajah kusut ku dengan air dingin, seketika mata sepet ku langsung melek karena dinginnya air menjalar menusuk-nusuk wajah ku yang pasti nya juga masih awut-awutan.

Aku melanjutkan perjalanan berat ku ke dapur, mengambil gelas, membuka sachet white coffee satu-satunya yang masih tersisa,menuangkan air panas dari dispenser yang nyolok 24jam, mengambil sendok teh, dan mulai mengaduk-aduk. Dan kembali ke kamar ku..

Biar gak ngantuk, aku memutuskan memasang sumpelan telinga ku dan memencet-mencet hape bulukanku sok serius, mencari-cari playlist yang ku buat sendiri. begitu ku temukan playlist yang ku arrange sendiri itu, ku putarlah lagu-lagu yang ada didalam nya. Playlist itu berjudul Geje time, isinya adalah lagu-lagu gak jelas campur-campur dari yang nge-beat, sampe yang slow motion.

Aku mengambili satu-persatu baju-baju ku yang kotor dari gantungan, di lantai, dan memindahkan nya ke keranjang pakaian kotorku yang berwarna pink di pojok ruangan. Aku memandang berkeliling sesaat, dan kemudian memutuskan untuk merapikan kamar ku sebelum kutinggalkan selama satu minggu. Ku ambil tas plastik hitam bekas besar dari tempat tas-tas plastik bekas lainnya, ku punggut botol-botol air mineral sisa kemarin, dan beberapa kaleng beer yang dengan sengaja ku beli ketika kebosanan akut menyerang. Ku aman kan barang bukti itu dari publik, dan mengambil sapu, mulai membersihkan lantai kamarku di dini hari. Semua kegiatan itu tentu saja akan sangat membosankan jika dilakukan dengan cara yang biasa saja, bukan aku namanya jika tidak melakukan hal-hal gak jelas, teman-teman kantorku saja pada setuju kalau aku ini memang agak gila pada saat-saat tertentu.

Terinspirasi dari lagu-lagu yang ku putar didalam playlist gejeku, aku berjoget-joget sambil melakukan semua kegiatan diatas itu. Saking semangat nya aku berjoget ria sambil membersihkan kamarku, tanpa terasa ternyata hanya membutuhkan waktu setengah jam saja untuk membuat kamarku kembali rapi dan kinclong. Barang-barang yang akan kubawa sudah siap berada didalam ranselku. Laptop, charger laptop, modem, charger hape bulukanku, kabel data, novel baru ku, buku penelitian level J, buku contoh soal level AII EE, buku diary, perlengkapan mandi, kotak make up, dompet, daleman, buku sketsa ku, dan buku pink ajaib ku.
he he.. Aku memang tidak berencana untuk membawa banyak baju, yang penting daleman aja lah, lagian aku bisa pakai baju-baju saudara perempuan ku. Dia dan aku hampir sama. jadi no problemo.

Sepatu sneaker ku yang comfy terlihat matching dengan kaos kaki ungu yang ku kenakan. Aku mengisi penuh bahan bakar motor ku sebelum meninggalkan surabaya. Meskipun perjalanan yang akan aku tempuh di dini hari yang masih gelap itu tidak akan memakan waktu lama, tapi yah lebih aman kalau bahan bakar penuh terisi.

Masih dengan sumpelan kuping alias earphone di telingaku, dan alunan musik dari playlist gejeku. Aku memacu motor otomatisku yang sudah menemaniku sejak 6tahun belakangan dengan kecepatan sedang merayap mulai meninggalkan Surabaya yang masih tertidur. Ketika sampai pada perempatan entah apa nama perempatan itu, dekat dengan taman flora. Seakan-akan menghadapi pilihan berat dalam hidupku, aku ingin sekali melewati jemur sari namun sesuatu membuatku enggan, he he lebay! Aku memutuskan untuk lurus saja, melewati jalan ngagel, lurus hingga keluar dari ngagel dan sampai di Jalan A.Yani yang pagi ini sangat lengang.

Di setiap lampu merah, dimana aku dan beberapa orang yang juga mengendarai sepeda motor berhenti sejenak. Aku memperhatikan, sepertinya aku menjadi pusat perhatian pagi ini. Aku bertanya-tanya sendiri kenapa aku jadi pusat perhatian? Penampilanku kah? Sepatu sneakers ku kah? motorku kah? apa? kenapa segelintir orang ini selalu menoleh padaku ketika melewati ku?

Aku cuek bebek saja, dengan percaya diri, aku memacu motor ku dengan kecepatan sekitar 50 sampai 60km/jam menuju kota kecilku, sambil bernyanyi-nyanyi sepenuh hati, dan sedikit menggerak-gerakkan kepalaku mengikuti musik yang sedang kudegar. Sesekali karena saking menghayati lagu nya, aku sampai merem melek merem melek melantunkan lagu itu keras-keras dijalanan.

…  dan aku baru tersadar.

Ternyata, tingkah polah ku dijalanan yang membuatku menjadi pusat perhatian. ha ha .. Tanpa malu aku mendendangkan lagu-lagu favorit ku keras-keras dijalan, padahal perlengkapan perang ku sudah menutupi mulut ku dan kepalaku berada aman didalam helm. Ternyata, ahh ternyata mungkin suara ku yang melengking-lengking mendendangkan lagu mengundang decak kagum pengguna jalan lain.

Mungkin orang-orang itu berpikir ni cewek waras apa gak, pagi buta begini nyanyi-nyanyi keras-keras dijalanan tanpa malu-malu?

Well, aku hanya merasa bebas pagi ini. itulah kenapa aku sampai-sampai bernyanyi keras-keras dijalanan tadi.

he..he..he..

-Kamar tua ku-

 

 

 

Advertisements

2 responses to “Pagi ini. . . aku bebas sesaat

  1. satiti says:

    Bagus June…suka cerita gejenya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: