Warna Langit

Juni Safitri

Pukul 7 Pagi

on August 26, 2012

Dia mengenakan celana pendek berwarna pink, dan singlet hitam. Santai, dia duduk bersandar di sana berjam-jam dengan buku setebal 440 halaman dihadapannya. Wajahnya berminyak, rambutnya di gelung asal-asalan ke atas oleh karet rambut yang berwarna senada dengan celana pendek rumahannya.  Jemari tangannya sesekali bergerak kebawah kursi, mengambil gelas berisi kopi susu yang sudah dingin kiranya, menyeruput perlahan bagaikan isi gelas itu masih mengepul uapnya, dan kembali mengedarkan kedua bola matanya pada sebuah buku.

Seharian ini tidak ada alasan bagi nya untuk beranjak dari sebuah kursi plastik reot berlengan yang berada di depan kamar kos nya di lantai 3. Langit mulai berubah warna dari cerah terang benderang menjadi kian anggun berwarna jingga. Gadis itu tetap tekun melahap setiap kata yang ada di dalam buku yang dia bawa, mencoba berimajinasi seakan-akan apa yang ia baca muncul, hidup dan terjadi di depan nya. Musik-musik klasik mengalun lembut di telinganya lewat earphone yang sejak awal dia duduk disana sudah terpasang, dia mendengarkan playlist berjudul “jenius” yang ia buat sendiri di Hp tua nya, dentingan piano mengalun mendayu-dayu di telinganya membuatnya semakin betah berlama-lama bersemedi di kursi plastik reot itu.

Matanya mulai menyipit karena cahaya yang menerangi pandangan matanya terhadap sebuah buku tebal berwarna hijau sudah mulai meredup, dan dia bangkit dari kursi plastik reot di teras kamarnya. Tersadar bahwa hari sudah berganti status menjadi gelap di luar sana. Secepat kilat dia mengedarkan pandangan disekitar nya, dan mengambil gelas yang telah kosong dibawah kursi itu. Dia meletakkan buku yang sedang dia baca diatas tempat tidur kecilnya yang nyaman, berencana untuk melanjutkan kembali ekspedisi menyelami dunia di dalam buku itu nanti sebelum dia tidur.

Air dingin yang menyentuh kulitnya terasa begitu segar, dia merasa otak di dalam tempurung kepalanya pun ikut rileks, merasakan dinginnya air yang mengalir dari pancuran air tua didalam  kamar mandi dengan keseluruhan temboknya berlapis porselen putih itu. Dengan balutan handuk berukuran super besar berwarna merah, ia keluar dari kamar mandi. Rambut masih basah, namun dia tak peduli dengan buliran air yang tercecer dilantai membentuk jejak di belakangnya. Secepat mungkin ia kembali mengenakan pakaian bersih dan bergegas merebahkan diri diatas tempat tidur, meraih buku yang sejak tadi menyita perhatiannya, dan mulai membaca. Kembali memasuki dunia yang tercipta lewat rangkaian kata-kata.

. . .

Tas ransel hitam besar teronggok begitu saja di sudut ruangan. Tas itu masih gemuk, pertanda isi perutnya masih berada di dalam, beberapa pasang kaos dan celana jeans kotor. Dia tak perlu repot-repot mengeluarkan isinya dan memindahkan ke dalam keranjang pakaian kotor yang terletak tepat disebelah pintu, para pembantunya dengan sigap akan membereskan semua kekacauan yang ia buat didalam kamar besar itu. Tanpa mengeluarkan perintah apapun, dia sudah pasti hanya akan ongkang-ongkang kaki saja menikmati waktu istirahatnya setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 4jam didalam kereta api. Liburan ke jogja selama sepekan cukup menguras isi dompet belel belang-belangnya. Selama satu minggu kedepan dia memutuskan untuk sedikit mengencangkan ikat pinggang,  dia menimbang-nimbang kira-kira anggaran apa yang bisa ia kurangi, dan dengan berat hati  keputusan jatuh pada mengurangi pengeluaran beberapa rupiah untuk pembelian botol-botol bir.

Rambut ikal berwarna gelap sebahu nya belum  kering, kaos putih tipis bergambar The Beatles dan celana pendek santai menempel pada tubuh jangkung nan  kurus itu. Dia duduk diatas kursi rotan dengan alas kursi tipis pula berwarna coklat di dalam kamarnya sendiri, membuka laptop. Dia membuka website yang menyajikan rangkaian laporan lengkap musim pertandingan sepak bola, sibuk membaca artikel-artikel kecil di dalamnya, mengecek skor tim-tim yang sudah bertanding, dan mengikuti komentar-komentar dari pecinta olahraga itu di seluruh dunia. Setelah puas melucuti isi website tentang sepak bola tersebut, dia beranjak dari kursi rotannya, berjalan dengan langkah-langkah besar menghampiri tempat tidur berukuran sedang dengan balutan bed cover berwarna coklat tua. Dia menyalakan lampu tidur dengan sinar temaram di atas meja kecil di samping tempat tidur, menghempaskan badan lelahnya, lalu menutupi nya dengan selimut tipis yang lembut sampai ke leher.

Laki-laki yang kini berusia kepala tiga itu mulai merasakan berat pada kelopak matanya, sayup-sayup ia mulai memejamkan mata cekungnya. Namun tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. . .

. . .

Konflik yang terjadi didalam buku itu menyedotnya semakin dalam memasuki dunia imajinasi. Malam semakin larut, namun buku tebal itu belum juga habis dilahapnya. Tinggal sedikit lagi maka rasa penasarannya akan terpuaskan. Dia menguap, berkali-kali, mata nya kini semakin ingin menutup, lelah. Sebelum akhirnya dia menyerah kalah dengan keinginan matanya untuk beristirahat, dia mengambil  HP nya yang berada tepat di sebelah kepalanya, mengeset alarm pukul 7pagi.

. . .

Laki-laki itu menguap lebar lalu meraih HP yang berada di atas meja kecil disamping tempat tidur dimana sebuah lampu tidur kecil dengan sinar temaram menerangi kamarnya, memencet tombol-tombol di HP itu, dan meletakkan nya kembali. Ia membenahi selimut tipis yang membuatnya merasa berada didalam kepompong, memastikan tidak ada seekor nyamuk pun yang dapat memasuki pertahanannya dan menghisap darahnya ketika ia tidur. Lalu mulai tertidur. Esok hari ia akan terbangun oleh alarm HP yang telah ia set pukul 7pagi.

. . .

#berlanjut gak ya ni cerita?? Hehehe ;p . . .

(ahh!! harus bersambung!! >_<)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: